Minggu, 03 Mei 2015

SEKAPUR SIRIH LSM ALIANSI INDONESIA

SEKAPUR SIRIH 
LSM ALIANSI INDONESIA 
 
Oleh : H. Djoni Lubis 
Ketua Umum LSM Aliansi Indonesia


Bahwa situasi dan kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara yang sedang mengalami masa transisi pasca tiga dekade pemerintahan Presiden Soeharto, memperlihatkan sebuah proyeksi ketatanegaraan yang  sangat  mencemaskan.  Realitas  politik  di  tengah-tengah  masyarakat,  seakan-akan  sedang mempertaruhkan antara kelangsungan tetap berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, atau tercabik-cabiknya keutuhan wilayah Negara dalam bentuk lain yang penuh ketidak-pastian. Tidak ada satu formulasi pun yang mampu menjelaskan wajah Kepulauan Nusantara ke depan, kalaupun mau berandai-andai,  “apakah akan menjadi Negara Federal, Negara Konfederasi, atau terdiri dari beberapa Negara yang berdiri sendiri-sendiri secara terpisah, apakah akan menjadi Provinsi-provinsi Negara-negara  Neo-Kolonialisme,  atau  akankah  menjadi  wilayah-wilayah  yang  berada  dibawah kekuasaan PBB atas nama kepentingan internasional dengan berbagai instrumennya, seperti HAM, dll.” ?

Menyimak sejarah panjang perjuangan rakyat Indonesia mengusir “penjajah” dari ujung Sabang sampai di ujung Merauke, rasa-rasanya tidak ada satu pertanyaan pun di atas yang bersedia kita jawab, karena memang  “pertanyaan  itu  tidak  pantas  kita  jawab”,  mengingat  PBB  dengan  berbagai  instrumen internasionalnya adalah Imperialis-Kolonialis, Kapitalis dan sekaligus Komunis yang pada hakikatnya telah berhasil kita berangus dari bumi nusantara ini pada masa lalu. Keprihatinan yang menusuk sendisendi wawasan nusantara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini, perlu segera adanya penanganan yang serius melalui penyadaran kepada segenap rakyat Indonesia agar senantiasa “tetap waspada” tentang keberadaan dan pengaruh Asing di Negara tercinta ini yang sudah memasuki semua aspek  kehidupan,  baik  dibidang  Ideologi,  Hukum,  Pendidikan,  Sosial-Budaya,  Ekonomi,  Politik Pertahanan dan Kemanan Negara, dan sebagainya. 
 

Menyadari,  bahwa  Indonesia  sebagai  Negara  yang  dikenal  konsisten  menolak  berbagai  bentuk anarkisme yang dapat bereskalasi kepada kerusuhan rasialis, maka beberapa kelompok masyarakat yang ada di berbagai Ormas, LSM dan organisasi-organisasi lainnya di Tanah-air, sepakat untuk bergabung dan bersatu mengintegrasikan diri dalam satu aliansi yang siap meninggalkan primordialisme serta eksklusivitas  organisasi  masing-masing  untuk  kepentingan  Bangsa  dan  Negara,  yang  diberi  nama LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT ALIANSI INDONESIA atau disingkat LSM Aliansi Indonesia.

UNTUK ITU LSM ALIANSI INDONESIA 
MENGAJAK SELURUH RAKYAT INDONESIA

MARI BERSAMA-SAMA KITA BERANTAS 
KORUPSI, KOLUSI, NEPOTISME  DAN NARKOBA 
UNTUK : 
1. MENYELAMATKAN ASSET NEGARA 
2. MENEGAKKAN KEADILAN DAN KEBENARAN 
3. MENJAGA NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA

LSM  ALIANSI     INDONESIA  mendukung  sepenuhnya  Kebijakan  yang dibuat oleh Pemerintah, baik dipusat maupun didaerah, akan tetapi LSM Aliansi Indonesia TETAP KRITIS DIDALAM PENGAWASAN SEBAGAI SOSIAL KONTROL TERHADAP PEMERINTAH.

Maka  LSM  Aliansi  Indonesia  akan selalu MENCERMATI,  MENSIKAPI, DAN MENGAWAL KEBIJAKAN YANG DIBUAT OLEH PEMERINTAH BAIK DIPUSAT MAUPUN DIDAERAH.

TTD 

KETUA UMUM 
LSM ALIANSI INDONESIA 
H. DJHONI LUBIS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar