SEKAPUR SIRIH
LSM ALIANSI INDONESIA
LSM ALIANSI INDONESIA
Oleh : H. Djoni Lubis
Ketua Umum LSM Aliansi Indonesia
Ketua Umum LSM Aliansi Indonesia
Bahwa situasi dan kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara yang sedang mengalami masa transisi pasca tiga dekade pemerintahan Presiden Soeharto, memperlihatkan sebuah proyeksi ketatanegaraan yang sangat mencemaskan. Realitas politik di tengah-tengah masyarakat, seakan-akan sedang mempertaruhkan antara kelangsungan tetap berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, atau tercabik-cabiknya keutuhan wilayah Negara dalam bentuk lain yang penuh ketidak-pastian. Tidak ada satu formulasi pun yang mampu menjelaskan wajah Kepulauan Nusantara ke depan, kalaupun mau berandai-andai, “apakah akan menjadi Negara Federal, Negara Konfederasi, atau terdiri dari beberapa Negara yang berdiri sendiri-sendiri secara terpisah, apakah akan menjadi Provinsi-provinsi Negara-negara Neo-Kolonialisme, atau akankah menjadi wilayah-wilayah yang berada dibawah kekuasaan PBB atas nama kepentingan internasional dengan berbagai instrumennya, seperti HAM, dll.” ?
Menyimak sejarah panjang perjuangan rakyat Indonesia mengusir “penjajah” dari ujung Sabang sampai di ujung Merauke, rasa-rasanya tidak ada satu pertanyaan pun di atas yang bersedia kita jawab, karena memang “pertanyaan itu tidak pantas kita jawab”, mengingat PBB dengan berbagai instrumen internasionalnya adalah Imperialis-Kolonialis, Kapitalis dan sekaligus Komunis yang pada hakikatnya telah berhasil kita berangus dari bumi nusantara ini pada masa lalu. Keprihatinan yang menusuk sendisendi wawasan nusantara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini, perlu segera adanya penanganan yang serius melalui penyadaran kepada segenap rakyat Indonesia agar senantiasa “tetap waspada” tentang keberadaan dan pengaruh Asing di Negara tercinta ini yang sudah memasuki semua aspek kehidupan, baik dibidang Ideologi, Hukum, Pendidikan, Sosial-Budaya, Ekonomi, Politik Pertahanan dan Kemanan Negara, dan sebagainya.
Menyadari, bahwa Indonesia sebagai Negara yang dikenal konsisten menolak berbagai bentuk anarkisme yang dapat bereskalasi kepada kerusuhan rasialis, maka beberapa kelompok masyarakat yang ada di berbagai Ormas, LSM dan organisasi-organisasi lainnya di Tanah-air, sepakat untuk bergabung dan bersatu mengintegrasikan diri dalam satu aliansi yang siap meninggalkan primordialisme serta eksklusivitas organisasi masing-masing untuk kepentingan Bangsa dan Negara, yang diberi nama LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT ALIANSI INDONESIA atau disingkat LSM Aliansi Indonesia.
UNTUK ITU LSM ALIANSI INDONESIA
MENGAJAK SELURUH RAKYAT INDONESIA
MARI BERSAMA-SAMA KITA BERANTAS
KORUPSI, KOLUSI, NEPOTISME DAN NARKOBA
UNTUK :
1. MENYELAMATKAN ASSET NEGARA
2. MENEGAKKAN KEADILAN DAN KEBENARAN
3. MENJAGA NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA
LSM ALIANSI INDONESIA mendukung sepenuhnya Kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah, baik dipusat maupun didaerah, akan tetapi LSM Aliansi Indonesia TETAP KRITIS DIDALAM PENGAWASAN SEBAGAI SOSIAL KONTROL TERHADAP PEMERINTAH.
Maka LSM Aliansi Indonesia akan selalu MENCERMATI, MENSIKAPI, DAN MENGAWAL KEBIJAKAN YANG DIBUAT OLEH PEMERINTAH BAIK DIPUSAT MAUPUN DIDAERAH.
TTD
KETUA UMUM
LSM ALIANSI INDONESIA
H. DJHONI LUBIS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar